Pernahkah Anda membayangkan brand skincare atau kosmetik ciptaan Anda sendiri terpajang di etalase beauty store ternama? Itu bukan lagi mimpi. Faktanya, data Kementerian Perindustrian mencatat industri kosmetik nasional tumbuh hingga dua digit dalam beberapa tahun terakhir. Di antara berbagai produk skincare, sunscreen adalah bintang yang bersinar paling terang. Data dari berbagai platform e-commerce menunjukkan sunscreen konsisten masuk top 3 produk skincare terlaris di Indonesia dalam tiga tahun terakhir[reference:0]. Konsumen kini sadar bahwa perlindungan dari sinar UV adalah kebutuhan primer, bukan sekadar pelengkap. Dengan maklon sunscreen, Anda dapat menawarkan produk yang tidak hanya laris, tetapi juga memiliki margin keuntungan tinggi—sunscreen premium bisa dijual tiga hingga lima kali HPP dengan positioning yang tepat[reference:1].
Artikel ini adalah panduan pilar tentang maklon sunscreen. Anda akan memahami berbagai bentuk produk (spray, gel, stick, waterproof), bahan aktif UV filter yang diizinkan BPOM, persyaratan uji SPF dan regulasi terbaru (PerBPOM No. 25 Tahun 2025), proses produksi, serta estimasi biaya. Setelah membaca, Anda siap memproduksi sunscreen yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pasar tropis Indonesia.
Apa Itu Maklon Sunscreen dan Mengapa Pasar Ini Terus Tumbuh?
Maklon sunscreen adalah layanan produksi tabir surya oleh pabrik kosmetik untuk brand lain. Sunscreen masuk dalam kategori kosmetik dengan klaim khusus—tabir surya—sehingga proses regulasinya lebih ketat dibanding produk kosmetik biasa[reference:2]. Anda sebagai pemilik brand menentukan jenis sunscreen (spray, gel, stick, cream), tingkat SPF, tekstur, dan kemasan. Pabrik maklon bertanggung jawab atas formulasi, uji SPF, produksi, pengemasan, hingga dokumen notifikasi BPOM.
Mengapa pasar sunscreen terus melesat? Kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan kulit dari sinar UV meningkat drastis, dipicu oleh edukasi konten di media sosial yang masif[reference:3]. Selain itu, sunscreen memiliki repeat purchase yang konsisten karena konsumen perlu membeli ulang setiap satu hingga tiga bulan[reference:4]. Produk ini sudah bertransformasi menjadi kebutuhan primer dalam rutinitas skincare harian[reference:5]. Pasar Indonesia juga memiliki karakteristik unik: konsumen menginginkan perlindungan UV ekstrem (SPF 50+, PA++++) yang disampaikan melalui tekstur ringan seperti gel, fluid, atau milk, seringkali dengan efek mencerahkan dan sertifikasi halal[reference:6].
Jenis-jenis Sunscreen yang Bisa Dimaklonkan
Kami melayani berbagai bentuk produk: (1) Sunscreen spray – praktis untuk tubuh, aplikasi cepat. (2) Sunscreen gel – tekstur ringan untuk wajah, tidak lengket. (3) Sunscreen stick – bentuk padat, praktis dibawa. (4) Sunscreen cream/lotion – tekstur klasik, cocok untuk kulit kering. (5) Waterproof sunscreen – tahan air dan keringat untuk aktivitas outdoor. (6) Hybrid sunscreen – kombinasi filter kimia dan fisik[reference:7].

Siapa yang Paling Diuntungkan dengan Maklon Sunscreen?
Layanan ini cocok untuk:
- Brand skincare yang ingin melengkapi lini produk dengan sunscreen andalan.
- Brand pemula yang ingin masuk ke kategori produk dengan permintaan tinggi.
- Brand yang ingin sunscreen dengan klaim spesifik (waterproof, broad spectrum, PA++++).
- Klinik kecantikan yang membutuhkan sunscreen pasca-prosedur.
Manfaat Utama Maklon Sunscreen untuk Brand Anda
Investasi pada maklon sunscreen memberikan keuntungan strategis yang signifikan. Berikut penjelasannya:
Margin Keuntungan Tinggi
Sunscreen memiliki margin keuntungan yang sangat menarik. Dengan harga jual premium yang bisa mencapai tiga hingga lima kali HPP, produk ini menjadi andalan profitabilitas brand Anda[reference:8]. Konsumen rela membayar lebih untuk perlindungan UV yang efektif dan tekstur yang nyaman.
Repeat Purchase yang Konsisten
Sunscreen digunakan setiap hari, baik di dalam maupun luar ruangan. Satu tube habis dalam 1-3 bulan. Konsumen yang puas akan membeli ulang secara rutin, menciptakan pendapatan berulang yang stabil[reference:9].
Beragam Varian untuk Menjangkau Segmen Pasar Luas
Anda bisa membuat beberapa varian sunscreen untuk segmen berbeda: sunscreen gel untuk kulit berminyak, sunscreen stick untuk aplikasi praktis, sunscreen spray untuk tubuh, dan waterproof sunscreen untuk aktivitas outdoor. Setiap varian menjangkau segmen berbeda, memperluas pangsa pasar Anda.
Baca juga panduan spesifik tentang maklon sunscreen spray untuk tubuh untuk detail lebih lanjut.
Regulasi Penting BPOM untuk Maklon Sunscreen
Sunscreen memiliki persyaratan regulasi yang lebih ketat dibanding produk kosmetik biasa. Berikut hal-hal yang wajib Anda ketahui:
Notifikasi BPOM Wajib Sebelum Diedarkan
Setiap produk sunscreen yang akan dipasarkan di Indonesia harus mendapatkan nomor notifikasi BPOM. Tanpa ini, produk tidak boleh dijual secara legal—baik di toko offline, marketplace online, maupun media sosial[reference:10]. Proses notifikasi dilakukan melalui sistem e-notifikasi BPOM dan membutuhkan dokumen teknis produk yang lengkap, termasuk hasil uji SPF dan formula produk[reference:11].
PerBPOM No. 25 Tahun 2025: Regulasi Terbaru
BPOM telah menerbitkan PerBPOM No. 25 Tahun 2025 yang menggantikan PerBPOM No. 23 Tahun 2019 dan akan berlaku penuh pada 3 Oktober 2026[reference:12][reference:13]. Regulasi ini membawa perubahan penting bagi produk sunscreen:
- UV Filters (Lampiran IV): Dua bahan tabir surya utama—Benzophenone-3 (Oxybenzone) dan Homosalate—kini memiliki batas konsentrasi yang lebih rendah karena penilaian ulang keamanan[reference:14][reference:15]. Dua filter UV baru juga ditambahkan, termasuk aturan untuk formulasi nano[reference:16].
- Bahan Terlarang (Lampiran V): Sekitar 100 bahan baru ditambahkan ke daftar terlarang, termasuk Lilial, D4, Styrene, dan Quaternium-15[reference:17][reference:18].
- Masa Transisi: Produk yang sudah memiliki nomor notifikasi harus menyesuaikan dengan persyaratan baru dalam 12 bulan sejak tanggal pemberlakuan (3 Oktober 2025 – 3 Oktober 2026)[reference:19].
Filter UV yang Diizinkan di Indonesia
BPOM mengatur jenis dan konsentrasi maksimum bahan aktif UV filter yang boleh digunakan dalam sunscreen di Indonesia[reference:20]. Berdasarkan Lampiran IV PerBPOM No. 25 Tahun 2025, beberapa filter UV yang diizinkan antara lain[reference:21]:
- Avobenzone (Butyl methoxy dibenzoyl methane): maksimum 5% – filter UVA[reference:22]
- Titanium Dioxide (fisik): maksimum 25% – filter UVB+UVA[reference:23]
- Bis-ethylhexyl oxyphenol methoxyphenyl triazine: maksimum 10% – filter UVA+UVB[reference:24]
- Phenylbenzimidazole sulfonic acid: maksimum 8% (sebagai asam) – filter UVB[reference:25]
- Terephthalylidene dicamphor sulfonic acid: maksimum 10% (sebagai asam) – filter UVA+UVB[reference:26]
Tim R&D kami akan memastikan setiap formula yang dikembangkan memenuhi regulasi terbaru[reference:27].
Pabrik Wajib Bersertifikasi CPKB
Pabrik maklon yang Anda pilih wajib memiliki sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) dari BPOM. Tanpa sertifikasi ini, produk tidak akan bisa mendapatkan nomor notifikasi BPOM[reference:28].

Untuk memahami lebih lanjut tentang perlindungan UVA dan UVB, baca perlindungan UVA dan UVB di sunscreen.
Uji SPF: Syarat Wajib untuk Klaim Sunscreen
Klaim SPF pada produk sunscreen tidak bisa dibuat sembarangan atau hanya berdasarkan estimasi formula. BPOM mewajibkan hasil uji SPF dari laboratorium yang terakreditasi[reference:29].
Metode Uji SPF yang Diakui BPOM
Ada dua metode uji yang diakui[reference:30][reference:31]:
- Uji In Vitro: dilakukan di laboratorium menggunakan alat spektrofotometer UV. Metode ini lebih cepat dan terjangkau.
- Uji In Vivo: metode standar utama (gold standard) dalam menentukan nilai SPF kosmetik. Uji ini menggunakan subjek uji manusia (panelis), sehingga lebih menggambarkan nilai SPF yang sebenarnya[reference:32]. Untuk pencantuman klaim dan nilai SPF, BPOM menggunakan data dukung yang berasal dari hasil uji in vivo[reference:33].
Klaim SPF yang Diizinkan
Nilai SPF yang dapat dicantumkan pada kemasan harus sesuai dengan hasil uji laboratorium. BPOM melakukan pengawasan ketat; dari hasil pemeriksaan produk sunscreen di pasaran, ketidakmampuan menyediakan bukti uji SPF pada manusia (in vivo) adalah penyebab utama ketidaksesuaian[reference:34]. Pastikan Anda memiliki dokumen uji yang lengkap sebelum mencantumkan klaim SPF di kemasan.
Estimasi Biaya Maklon Sunscreen
Biaya maklon sunscreen dipengaruhi oleh beberapa faktor utama: kompleksitas formula, jenis UV filter yang digunakan, volume produksi, dan jenis kemasan[reference:35]. Berikut tabel paket estimasi (MOQ 500 pcs, kemasan tube 50ml, belum termasuk biaya formulasi eksklusif dan uji SPF):
| Paket | Jenis Sunscreen & MOQ | Estimasi Biaya Produksi Mulai dari | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Paket Sunscreen Gel SPF 30 | 500 pcs, kemasan tube, formula ringan | Rp 22.000.000 | Kulit berminyak, tropis |
| Paket Sunscreen Spray SPF 50 | 500 pcs, kemasan spray 100ml | Rp 28.000.000 | Tubuh, aktivitas outdoor |
| Paket Sunscreen Stick SPF 50 | 500 pcs, kemasan stick | Rp 25.000.000 | Aplikasi praktis, on-the-go |
| Paket Waterproof Sunscreen SPF 50+ | 500 pcs, kemasan tube, tahan air 80 menit | Rp 32.000.000 | Olahraga, aktivitas outdoor intensif |
Biaya di atas sudah termasuk bahan baku, kemasan standar, label, mixing, filling. Belum termasuk biaya formulasi eksklusif (Rp5-15 juta), uji stabilitas (Rp3,5-6,5 juta), uji SPF in vivo (Rp10-20 juta tergantung nilai SPF), dan notifikasi BPOM (Rp2-5 juta). Total investasi awal untuk sunscreen 500 pcs sekitar Rp45-80 juta.
Faktor penentu biaya: nilai SPF (semakin tinggi semakin mahal), jenis filter UV (fisik vs kimia), jenis kemasan (spray lebih mahal dari tube), dan biaya uji SPF yang signifikan.
Untuk formulasi sunscreen gel, baca maklon sunscreen gel untuk wajah.
Kesimpulan: Siap Memproduksi Sunscreen Andalan Brand Anda?
Maklon sunscreen adalah peluang besar untuk brand yang ingin memiliki produk dengan permintaan tinggi, margin keuntungan menarik, dan repeat purchase konsisten. Dengan memahami regulasi BPOM yang ketat (termasuk PerBPOM No. 25 Tahun 2025), memilih filter UV yang tepat, melakukan uji SPF di laboratorium terakreditasi, dan memilih pabrik bersertifikat CPKB, Anda bisa menciptakan sunscreen yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pasar tropis Indonesia. Mulailah dengan satu varian unggulan (misal sunscreen gel SPF 30 atau 50), uji pasar, lalu kembangkan lini produk Anda.
PT Gazka Biofarma Kosmetindo siap menjadi mitra produksi sunscreen Anda. Tim R&D kami berpengalaman dalam formulasi tabir surya yang ringan, tidak lengket, dan tidak meninggalkan white cast—sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia[reference:36]. Kami juga membantu pengurusan uji SPF dan notifikasi BPOM. Hubungi kami untuk konsultasi gratis.
Jelajahi juga panduan cluster lainnya: maklon sunscreen spray untuk tubuh, maklon sunscreen gel untuk wajah, maklon sunscreen stick praktis, formulasi waterproof sunscreen, dan perlindungan UVA dan UVB di sunscreen.
Langkah selanjutnya? Hubungi kami untuk konsultasi maklon sunscreen gratis. Sebutkan target SPF dan bentuk produk yang diinginkan (gel, spray, stick), maka tim kami akan memberikan rekomendasi formula dan estimasi biaya. Tidak ada kewajiban, hanya diskusi untuk mewujudkan sunscreen andalan brand Anda.
Pertanyaan Umum Seputar Maklon Sunscreen
Q: Berapa SPF minimal yang direkomendasikan untuk sunscreen di Indonesia?
A: Untuk perlindungan harian, minimal SPF 30 dengan PA+++. Untuk aktivitas outdoor, disarankan SPF 50+ dengan PA++++. Pasar Indonesia sendiri menuntut perlindungan ekstrem dengan tekstur ringan[reference:37].
Q: Apakah sunscreen fisik (mineral) lebih baik dari sunscreen kimia?
A: Keduanya efektif. Sunscreen fisik (zinc oxide, titanium dioxide) bekerja dengan memantulkan sinar UV, lebih aman untuk kulit sensitif, namun bisa meninggalkan white cast. Sunscreen kimia menyerap sinar UV, tekstur lebih ringan, tetapi beberapa filter memiliki batasan konsentrasi baru sesuai PerBPOM No. 25 Tahun 2025[reference:38].
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk uji SPF?
A> Uji SPF in vivo biasanya memakan waktu 2-3 minggu termasuk rekrutmen panelis dan pelaksanaan uji. Uji in vitro lebih cepat, sekitar 1 minggu. Untuk klaim SPF yang kuat, BPOM lebih merekomendasikan uji in vivo[reference:39].
Q: Apakah sunscreen dengan klaim waterproof wajib diuji tahan air?
A> Ya. Untuk mencantumkan klaim “water resistant” atau “waterproof”, produk harus diuji ketahanan terhadap air sesuai standar (biasanya 40 atau 80 menit). Biaya uji tambahan ini terpisah dari uji SPF.











